ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

21 Jun 2009

Anak Anjing itu..


Anak Anjing
Mungkin kisah ini bisa membuat matamu mengalirkan air kepedulian pada jiwamu, silahkan dibaca. Gratis! :D

Suatu hari sebuah toko hewan peliharaan (pet store) memasang papan iklan yang menarik perhatian anak-anak kecil di kota itu. "Dijual Bocah Anjing", isi iklan itu. Tak lama setelah papan iklan itu dipasang, seorang bocah lelaki masuk ke dalam toko.
"Pak, Berapa harga anak anjing yang itu?" , tanya si bocah sambil menunjuk salah satu anak anjing.
"Harganya 75ribu", jawab pemilik toko.
Bocah itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang,
"saya hanya punyai 2.500 Rupiah, saya boleh lihat-lihat bocah anjing yang bapak jual dulu, gak?"
Pemilik toko itu tersenyum. Ia lalu bersiul memanggil anjing-anjingnya keluar. Tak lama, keluarlah anjing berbulu lembut bernama Shian yang diikuti oleh lima ekor anak anjing. Mereka berlari-larian di sepanjang lorong toko. Tetapi ada satu anak anjing yang tampak berlari tertinggal paling belakang. Si bocah lelaki itu menunjuk kepada anak anjing yang berlari di paling belakang dan tampak cacat itu.
Tanyanya, "Ada apa dengan anak anjing itu?" Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika dilahirkan anak anjing itu mempunyai kelainan di pinggulnya, dan ia akan menderita cacat seumur hidupnya.

wajah bocah itu tampak gembira, ia kemudian berkata, "Aku beli anak anjing yang cacat itu."
Pemilik toko itu menjawab, "Gak usah, nak..Kamu gak perlu beli anak anjing itu. Kalau kamu mau, bapak kasih anak anjing itu padamu dengan cuma-cuma."
Mendengar tawaran bapak pemilik toko, bukannya senang, bocah itu malah tampak kecewa. Lalu ia menatap tajam pemilik toko itu dan berkata,
"Saya gak mau bapak memberikan bocah anjing itu cuma-cuma pada saya. Meski cacat, anak anjing itu tetap mempunyai harga yang sama sebagaimana anak anjing yang lain. Saya akan bayar penuh harga anak anjing itu. Sekarang saya hanya punyai 2.500 Rupiah. Tetapi setiap hari saya akan akan cicil 500 Rupiah sampai lunas harga anak anjing itu."
Tetapi pemilik toko itu menolak, "Nak, kamu gak perlu beli bocah anjing ini. Dia gak bisa lari cepat. Dia gak bisa lompat dan bermain sebagaiman bocah anjing lainnya. Ambil saja kalau kamu mau."

Bocah itu terdiam. Lalu ia menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu tampaklah sepasang kaki yang cacat. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Tuan, saya pun tidak bisa berlari dengan cepat. Saya pun tidak bisa melompat-lompat dan bermain-main sebagaimana bocah lelaki lain. karena itu saya tahu, anak anjing itu pasti membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya."

Pemilik toko itu menggigit bibirnya. Air mata menetes dari sudut bola matanya. Lalu ia tersenyum dan berkata, "Saya akan berdoa setiap hari agar anak-anak anjing ini mempunyai majikan sebaik dirimu."

*Source: lupa. tapi ku temukan di kumpulan data ku :D
*tulisan ini sedikit ku edit

1 comment:

  1. ceritanya emang bener mengharukan. Kadang emang banyak dari kita yang memandang remeh orang yang catat. Padahal kecacatan mereka itu hanya sebatas fisik saja, sedangkan yang lebih utama dari fisik itu adalah apa yang tersembunyi di balik fisik manusia, yakn jiwa. Catat fisik tdk menampakkan cacat (masalah) jiwa, dan bahkan tekadang orang yang secara fisik sempurna, namun banyak yang jiwanya bermasalah.

    ReplyDelete

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei