ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

31 May 2009

Surat Bocah Lugu untuk Tuhan

Ada ceritera lucu jadul, namun masih saja lucu. Ceritera ini berkali-kali ku baca di berbagai media dengan redaksi yang berbeda-beda. mungkin kau pun sudah membacanya. tapi tak ada salahnya nge-post ceritera itu untuk meng-estafetkan kepada yang belum baca, dan barangkali ada yang ingin membacanya lagi. ini ku tulis ulang ceritera itu:
Alkisah ada seorang bocah lugu bernama Cecep. Hidupnya penuh penderitaan. Ayahnya meninggal di saat ia masih dalam kandungan. ibunya sudah lama berbaring sakit tergeletak di atas ranjang berdebu. Ia tak bisa apa-apa. Walau demikian, ia mempunyai keinginan mulia; bersekolah. Tapi dengan kondisi seperti itu, uang dari mana?? Ia pun memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan.

Kepada Yth.
Tuhan
di Surga

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi ayah saya sudah meninggal tak bisa membiayai saya lagi, ibu saya juga sedang sakit. Untuk beli obat ibu saya pun tak bisa, kami tak punya uang sedikitpun. Tuhan, saya benar-benar butuh uang
15.000 untuk beli obat ibu,
30.000 bayar uang sekolah,
15.000 bayar uang seragam,
20.000 bayar uang buku.
Jadi semuanya Rp. 70.000.
Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari: Cecep Gorbacep

Setelah selesai, Cecep pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya ke Tuhan. Tukang pos yang membaca surat tersebut merasa iba dan bahkan sampai menangis termehek mehek, hingga ia tak tega mengembalikan surat itu kepada Cecep. Bingung, tukang pos tersebut memutuskan memberikan surat itu ke kantor polisi terdekat. Kebetulan komandan polisi yang menerimanya. Saat membaca surat si bocah, Pak komandan merasa tersentuh dan terpanggil untuk menolongnya. Ia pun mengumpulkan anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk patungan mengumpulkan uang untuk diberikan kepada Cecep. singkat ceritera, uang terkumpul 65.000. Sang komandan memasukan uang tersebut ke dalam amplom rapi dan menuliskan keterangan : “Dari Tuhan di Surga”. Kemudian ia menyerahkan amplop tersebut ke anak buahnya untuk diberikan kepada Cecep. Saat mendapat amplop berisi uang tersebut, Cecep sangat senang karena permintaannya dikabulkan oleh Tuhan, walaupun yang diterimanya hanya Rp.65.000. Sebagai bentuk syukur, Cecep kemudian mengampil kertas dan pensil dan kemudian menulis surat balasan untuk Tuhan

"TUHAN, LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG,
JANGAN LEWAT POLISI,
KARENA KALO LEWAT POLISI DIPOTONG RP 5.000"


2 comments:

  1. lucu banget lay, gw ampe ngakak nih. Hehe.......

    ReplyDelete
  2. haha..polos ato ga tau di untung yak???

    ReplyDelete

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei