ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

19 Feb 2009

00.22 - 00.23 : Tentang SMSmu

Aku masih ingat…
Mungkin pukul 00:22. Aku baru saja selesai membaca ayat-ayatNya. Sedikit terburu-buru. Sulit sekali mencapai sebuah ketenangan batin.
.
Aku masih ingat…
Sepertinya pukul 00:22. Aku baru saja mencium kitab suci itu. Sedikit terburu-buru memang. Aku seperti orang yang jogging mengelilingi lapangan Senayan. Hampir saja aku berkeringat karenanya. Eh, sepertinya tubuhku memang sudah berkeringat, walau tak banyak. Entah kenapa. Mungkin suhu ruangan itu penyebabnya. Kawan-kawanku, Mas Khumaidi dan Reno juga mengeluhkan hal yang sama.
.
Aku masih ingat…
Kemungkinan besar saat ini juga masih pukul 00:22. Baru saja aku melipat sajadah lembut berwarna merah marun itu dengan cepat, menaruhnya di atas kasur, lalu langsung membuka tas hikingku. Di dalam tas hikingku ada tas pinggangku, dan di dalam tas pinggangku itu lah ku taruh handphoneku. Aku sengaja menaruh handphoneku di dalam sana agar ia jauh dari jangkauanku. Sehingga aku tak bisa sering-sering melihat handphoneku. Karena sepanjang hari ini, di tengah-tengah aktivitasku, pikiranku selalu terpaut pada alat komunikasiku itu. Berharap ada pesan yang kuterima darimu. Tapi...

.
Aku masih ingat…saat ku tatap handphoneku. Terlihat jelas di pojok kiri atas layarnya, jam digital menunjukkan pukul 00:22. Selain itu aku tak melihat apa-apa kecuali foto kita yang kujadikan background handphoneku. Perasaan kecewa menghampiri karena tak ada satu pesan pun darimu. Sejak kejadian itu, kau seperti menghindar.

Fiuh! Aku menghela nafas. Berusaha untuk berpikir positif tentangmu, tapi sulit. Mungkin kau sengaja menjauh, tak ingin memberiku kabar lagi tentangmu atau jengah karena ku terus “mengganggu” dirimu. Aku tak tahu kenapa, mungkinkah kejadian dua malam yang lalu penyebabnya?
.
Ah, memang sungguh sulit. Tapi kuputuskan untuk tetap berpikir positif tentangmu. Aku tanamkan dalam-dalam dalam pikiranku ribuan kemungkinan positif. Mungkin kau sedang belajar seperti malam-malam lalu, atau mungkin kau kelelahan karena tadi pergi bersama orang tuamu seperti kemarin malam dan kau tertidur sebelum sempat memberiku kabar, atau mungkin kau tahu dan ingat jadwalku hari ini, bahwa setiap hari rabu aku mengikuti kajian tafsir dan fushus al-hikam sampai malam malam hari, hingga kau tak mau menggangguku. Mungkinkah seperti itu? Ya, mungkin ini, mungkin itu. Tentangmu hari ini, Ku tanamkan segala macam tumbuhan positif di atas tanah kering pikiranku. Walau tetap saja pada akhirnya aku tak bisa menghilangkan rasa kecewa karena ku tak mendapatkan pesan darimu sampai hari telah berganti.
.
Gelisah dalam penantian, kuputuskan untuk mengganti kartu as-ku dengan kartu 3-ku yang baru kugunakan kembali kemarin malam, setelah lebih dari dua minggu masa aktif kartu 3 ku itu habis. Aku sengaja memakai kartu 3-ku, dengan harapan aku berhenti mengharapkanmu pesan darimu. Aku memaksa diriku berhenti mengharapkanmu, karena aku takut diriku kecewa.
.
Aku masih ingat…pagi ini pukul 00:23 menurut versi handphoneku, aku telah berganti kartu 3. Menunggu sejenak, takut-takut ada pesan dari kawan-kawanku. Setelah beberapa saat, ku putuskan untuk memasukkan handphoneku ke dalam tas pinggangku yang baru saja aku mau memakainya kembali hari minggu kemarin, setelah sekian lama aku enggan memakainya karena tak mau dikira meniru Ariel Peter Pan.
.
Aku masih ingat…Baru beberapa detik saja aku masukkan handphoneku yang ku silent mode ke dalam tas pinggangku, aku sudah keluarkan kembali dengan harapan ada pesan yang telat masuk.
.
Ya, aku masih ingat… Waktu masih menunjukkan pukul 00:23, saat aku hampir saja berteriak senang dalam hati. Karena aku mendapat dua message dari nama itu; Poetry v***tri*na. Aku hampir saja tak percaya, aneh sekali. Mengapa kau mengirim message ke nomor ini? Bukankah biasanya kau mengirimkan sms ke nomor as-ku? dimana gara-gara itulah aku mengabaikan kartu 3-ku. Ah, yasudahlah, biarkan kubaca pesanmu. Aku penasaran apa isi pesanmu itu. Kubuka satu persatu sms darimu. SMS pertama, kulihat waktu terkirimnya; Jam tiga sore. Kau bertanya kenapa aku tak jadi menelponmu. Aku senang sekali membacanya, aku sedikit menganalisa kata-katamu dan menaburkan bumbu-bumbu harapan yang ada di dalam hatiku ke dalam analisaku itu. Sepertinya tadi sore kau mengharapkan aku kembali menelponmu, sebagaimana aku tadi mengharapkan kau mengangkat telponku dan membiarkanku sedikit melepas rindu. Ya, mungkin analisaku atas pesanmu keliru, tapi siapa yang pedulikan itu. Lalu kubaca sms-mu yang satu lagi…pukul sembilang kurang. owh!!! Aku diam sejenak, menahan degup jantungku yang tiba-tiba berdetak cepat. Kau memintaku pergi ke kotamu. Mataku berkaca-kaca, hampir saja aku meneteskan air mataku. Ternyata kau pun ingin bertemu kembali denganku.
.
Tapi…tunggu dulu! Mungkin saja kau ingin bertemu denganku karena ingin mengakhiri semua ini. Merasa lelah dengan hubungan yang tak pasti ini, lalu mengembalikan gelang yang kupakaikan ke lenganmu. Kemudian memintaku pergi menjauh dan tak lagi kembali menggangu hari-harimu. Ah, Sial! lagi-lagi pikiran buruk merasukiku. Ah...aku…Tidak! Tidak! Pasti bukan itu..
.
Aku pejamkan mataku, menarik nafasku dalam-dalam dan...Huuhh..! Aku lelah menerka-nerka. Aku biarkan semua itu mengalir, sebagaimana mengalirnya kasih sayang Tuhan dalam setiap jengkal kehidupan. Saat ini aku tak perlu dan tak mau memikirkan hal itu. Lagipula aku tak bisa meninggalkan kotaku. Ada banyak hal yang harus kuselesaikan di sisa liburanku yang tinggal empat hari ini. Beberapa buku pinjaman yang belum selesai kubaca, lomba meresensi buku Tauhid & Sains, rapat committee Britzone, kajian tafsir Al-ikhlas bersama Britzoners, dan seminar Britzoners bersama Tanto Wiyahya di Depdiknas yang bertepatan dengan acara Arba'in Al-Husein di Masjid Attien Sabtu pagi ini, belum lagi keinginanku untuk bermain futsal esok pagi. Fiuh! Pasti melelahkan. Terlalu banyak rencana, mungkin aku hanya bisa melakukan sebagiannya saja. Saat ini aku lelah dan hari semakin pagi. Lebih baik kutitipkan saja misteri ini pada nyamuk yang sedari tadi menggigit tanganku, agar pagi ini aku bisa memejamkan mataku dengan tenang, membiarkan mata hatiku menyendiri dan terbebas darimu, sayang…setidaknya sampai mentari esok pagi bersinar kembali.


01:28.19022009
Basecamp kawan-kawanku yang lama tak kukunjungi, Ciputat City.


1 comment:

  1. How Lucky She is...Had A Lover Like U

    Wish that I've got one...hahahaha

    ReplyDelete

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei