ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

28 Jan 2009

Aqiqah bukan sekedar Potong Kambing..

Jam delapan malam, aku sedang asyik ngobrol dengan kawanku Afiqah. Ia gadis ramah berwajah manis. Sesekali kami tertawa karena obrolannya terlampau ngelantur. Sayang aku tak bisa berlama-lama ngobrol dengan Afiqah karena aku harus pergi menghadiri acara Aqiqah. Adalah Mr. Dani seorang ayah yang beruntung dan berbahagia akan kehadiran anaknya. Karenanya, ia mengadakan Aqiqah untuk mengekpresikan kebahagiaan tersebut. Acara aqiqah ini diadakan di Mushalla Istiqamah, tempat kami biasa berguru ilmu tasawuf dan aqidah kepada Mr.Zuhdi. Sesampai di sana, aku pikir acaranya sudah dimulai. Ternyata kawan-kawan belajarku masih ngobrol-ngobrol menanti yang lain.
.
Kali ini aku ingin menuliskan sedikit yang kuketahui tentang aqiqah. Sedikit informasi ini sengaja ku tulis untuk mereka yang telah atau akan memiliki bayi. Dengan harapan aku pun segera menjadi seperti mereka. ^_^
.

Bagi umat Islam, kata aqiqah mungkin tidak asing lagi. Karena Ia adalah sunnah Rasul Muhammad Saww. Tetapi tidak semua mengetahui apa sebenarnya dan makna aqiqah itu. Seringkali orang-orang menganggap aqiqah adalah memotong kambing to’ (saja). Padahal ia lebih bermakna dari itu. Aqiqah bukan sekedar memotong kambing. Tapi ia adalah ekpresi kebahagiaan dari orang tua akan kehadiran sang bayi. Ada beberapa point yang perlu diketahui para orang tua yang ingin melakukan aqiqah. Point pertama dalam aqiqah adalah membacakan adzan di telinga sebelah kanan dan iqamat di telinga sebelah kiri si bayi pada awal-awal kelahirannya. Mengapa demikian? Menurut penelitian, indera yang pertama kali berfungsi pada bayi adalah telinga. Oleh karena itu, dalam ajaran Islam, adzan adalah hal pertama yang perlu seorang ayah lakukan terhadap bayi. Adzan disini tidak berfungsi sebagai sarana untuk memanggil orang shalat melainkan dengan maksud mengungkapkan dan mengenakan keagungan-keagungan Tuhan kepada si bayi.
.
Yang kedua adalah berdo’a. Tentunya seorang ayah dan ibu akan mendo’akan anak-anaknya sehat dan selalu dan diberikan yang terbaik oleh Tuhan. Ada ceritera atau keyakinan yang menarik di sebagian umat Islam berkenaan dengan mendo’akan bayi. Sebagian umat islam meyakini para orang tua harus mendo’akan bayi agar dijauhkan dari godaan jin karena ada Jin bernama Ummu Shibbin yang sangat suka mengganggu anak kecil. Entah benar atau tidak, aku belum sempat menge-chek keyakinan ini secara langsung. Tapi terlepas dari itu, do’a adalah harapan orang tua dan bekal awal orang tua untuk anaknya. Karena itu, berdo’alah para orang tua. ^_^.
.
Yang ketiga adalah memberikan nama pada bayi. Ada beberapa anjuran dalam memberikan nama kepada bayi. Nama adalah do’a seorang ayah kepada anaknya. Karena itu menurut ajaran Islam, sebaik-baiknya nama adalah nama yang dinisbatkan kepada Allah Swt., kemudian Rasul dan keluarganya, atau bisa juga nama-nama yang bermakna baik. Berkenaan dengan hal ini, terkadang aku berpikir tentang nama-nama yang sering digunakan, terutama di kalangan umat Islam. Nama “Muhammad” misalnya, ia seringkali dijadikan awal dari sebuah nama. Nama “muhammad” berarti “orang yang terpuji”. Nama yang indah, hanya saja belum tentu pemakai nama tersebut berprilaku terpuji sebagaimana namanya.
.
Lalu karena terlalu sering digunakan, nama Muhammad pun menjadi pasaran. Yang lebih menarik lagi, ada nama-nama tertentu yang memang sengaja menirukan para sahabat Nabi Muhammad. Nama yang ditiru pun bukan awal atau akhirnya saja, bahkan nama lengkapnya ditiru. Boleh kah?? Tentu saja boleh. Ini mereka lakukan karena kecintaan mereka terhadap tokoh tertentu, dan berharap sang anak pun bisa menjadi manusia yang seperti dia. Ya, karena nama adalah do’a.
.
Aku pribadi akan memberi nama untuk calon bayiku dengan nama-nama bermakna indah yang jarang digunakan. Mungkin nama yang berasal dari bahasa Yunani, Jerman atau Jepang. Lalu mengkombinasikannya dengan bahasa indonesia. Hmm..sepertinya aku perlu menyiapkan nama untuk bayiku dari sekarang. ^_^
.
Haduwh, makin lama aku makin ngelantur. Aku pun semakin lelah untuk menulis. Malam semakin larut. Bahkan sekarang sudah berganti hari. Aku tak ingin berpanjang lebar lagi. Point selanjutnya adalah mengoleskan madu (atau sesuatu yang manis-manis) ke bibir atau mulut bayi bagian dalam. Madu mempunyai banyak manfaatnya untuk bayi. Selain untuk kekebalan tubuh juga untuk kesehatannya.
.
Lalu point berikutnya adalah mencukur rambut. Setelah rambut bayi dicukur, berat rambut yang tercukur itu ditimbang dengan emas. Dan emasnya disumbangkan kepada kaum Mustad’afin. Point terakhir adalah mengoleskan Ja’faron di kepala bayi. Karena ja’faron diyakini berguna bagi kemampuan berpikir otak. Untuk saat ini cukup sampai disini. Aku lelah dan ingin beristirahat. Oiya, selamat untuk Mr. Dani! Mungkin beberapa tahun lagi aku akan segera menyusulmu. ^_^.

-----*****----
28 Januari 2000
-aL-
.


No comments:

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei