ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

28 Jan 2009

Tenang (28012009)

0 komentar
Ah, kau itu..ada-ada saja. Aku sih tak bingung. Aku hanya sedikit menaruh harap pada mu. Aku yakin kau bisa melewati semua itu. Kalau aku saja percaya pada kemampuanmu, lalu mengapa kau pesimis pada dirimu sendiri. Cobalah tuk sedikit tenang. Rasakan hembusan angin datar itu. Biarkan ia menyelimutimu. Jangan dilawan. Kau hanya perlu pasrah padanya, dan ia akan menjadi kawanmu. Dengarkan suara-suara bising itu. Tak perlu mengernyitkan kening. Dengar saja apa yang terdengar. Tak usah memaksakan diri menjadi kelelawar. Coba kau lakukan itu sejenak, kawan. Tak perlu menyediakan waktu khusus. Cukup saat ini saja. Ya, saat ini, di sini, di depan kata-kata yang sedang kau baca. Sejenak, tak perlu berlama-lama. Untuk menenangkan pikiranmu, untuk mengumpulkan keyakinanmu.
11:14, 28.01.2009.
Read more

Aqiqah bukan sekedar Potong Kambing..

0 komentar
Jam delapan malam, aku sedang asyik ngobrol dengan kawanku Afiqah. Ia gadis ramah berwajah manis. Sesekali kami tertawa karena obrolannya terlampau ngelantur. Sayang aku tak bisa berlama-lama ngobrol dengan Afiqah karena aku harus pergi menghadiri acara Aqiqah. Adalah Mr. Dani seorang ayah yang beruntung dan berbahagia akan kehadiran anaknya. Karenanya, ia mengadakan Aqiqah untuk mengekpresikan kebahagiaan tersebut. Acara aqiqah ini diadakan di Mushalla Istiqamah, tempat kami biasa berguru ilmu tasawuf dan aqidah kepada Mr.Zuhdi. Sesampai di sana, aku pikir acaranya sudah dimulai. Ternyata kawan-kawan belajarku masih ngobrol-ngobrol menanti yang lain.
.
Kali ini aku ingin menuliskan sedikit yang kuketahui tentang aqiqah. Sedikit informasi ini sengaja ku tulis untuk mereka yang telah atau akan memiliki bayi. Dengan harapan aku pun segera menjadi seperti mereka. ^_^
.

Bagi umat Islam, kata aqiqah mungkin tidak asing lagi. Karena Ia adalah sunnah Rasul Muhammad Saww. Tetapi tidak semua mengetahui apa sebenarnya dan makna aqiqah itu. Seringkali orang-orang menganggap aqiqah adalah memotong kambing to’ (saja). Padahal ia lebih bermakna dari itu. Aqiqah bukan sekedar memotong kambing. Tapi ia adalah ekpresi kebahagiaan dari orang tua akan kehadiran sang bayi. Ada beberapa point yang perlu diketahui para orang tua yang ingin melakukan aqiqah. Point pertama dalam aqiqah adalah membacakan adzan di telinga sebelah kanan dan iqamat di telinga sebelah kiri si bayi pada awal-awal kelahirannya. Mengapa demikian? Menurut penelitian, indera yang pertama kali berfungsi pada bayi adalah telinga. Oleh karena itu, dalam ajaran Islam, adzan adalah hal pertama yang perlu seorang ayah lakukan terhadap bayi. Adzan disini tidak berfungsi sebagai sarana untuk memanggil orang shalat melainkan dengan maksud mengungkapkan dan mengenakan keagungan-keagungan Tuhan kepada si bayi.
.
Yang kedua adalah berdo’a. Tentunya seorang ayah dan ibu akan mendo’akan anak-anaknya sehat dan selalu dan diberikan yang terbaik oleh Tuhan. Ada ceritera atau keyakinan yang menarik di sebagian umat Islam berkenaan dengan mendo’akan bayi. Sebagian umat islam meyakini para orang tua harus mendo’akan bayi agar dijauhkan dari godaan jin karena ada Jin bernama Ummu Shibbin yang sangat suka mengganggu anak kecil. Entah benar atau tidak, aku belum sempat menge-chek keyakinan ini secara langsung. Tapi terlepas dari itu, do’a adalah harapan orang tua dan bekal awal orang tua untuk anaknya. Karena itu, berdo’alah para orang tua. ^_^.
.
Yang ketiga adalah memberikan nama pada bayi. Ada beberapa anjuran dalam memberikan nama kepada bayi. Nama adalah do’a seorang ayah kepada anaknya. Karena itu menurut ajaran Islam, sebaik-baiknya nama adalah nama yang dinisbatkan kepada Allah Swt., kemudian Rasul dan keluarganya, atau bisa juga nama-nama yang bermakna baik. Berkenaan dengan hal ini, terkadang aku berpikir tentang nama-nama yang sering digunakan, terutama di kalangan umat Islam. Nama “Muhammad” misalnya, ia seringkali dijadikan awal dari sebuah nama. Nama “muhammad” berarti “orang yang terpuji”. Nama yang indah, hanya saja belum tentu pemakai nama tersebut berprilaku terpuji sebagaimana namanya.
.
Lalu karena terlalu sering digunakan, nama Muhammad pun menjadi pasaran. Yang lebih menarik lagi, ada nama-nama tertentu yang memang sengaja menirukan para sahabat Nabi Muhammad. Nama yang ditiru pun bukan awal atau akhirnya saja, bahkan nama lengkapnya ditiru. Boleh kah?? Tentu saja boleh. Ini mereka lakukan karena kecintaan mereka terhadap tokoh tertentu, dan berharap sang anak pun bisa menjadi manusia yang seperti dia. Ya, karena nama adalah do’a.
.
Aku pribadi akan memberi nama untuk calon bayiku dengan nama-nama bermakna indah yang jarang digunakan. Mungkin nama yang berasal dari bahasa Yunani, Jerman atau Jepang. Lalu mengkombinasikannya dengan bahasa indonesia. Hmm..sepertinya aku perlu menyiapkan nama untuk bayiku dari sekarang. ^_^
.
Haduwh, makin lama aku makin ngelantur. Aku pun semakin lelah untuk menulis. Malam semakin larut. Bahkan sekarang sudah berganti hari. Aku tak ingin berpanjang lebar lagi. Point selanjutnya adalah mengoleskan madu (atau sesuatu yang manis-manis) ke bibir atau mulut bayi bagian dalam. Madu mempunyai banyak manfaatnya untuk bayi. Selain untuk kekebalan tubuh juga untuk kesehatannya.
.
Lalu point berikutnya adalah mencukur rambut. Setelah rambut bayi dicukur, berat rambut yang tercukur itu ditimbang dengan emas. Dan emasnya disumbangkan kepada kaum Mustad’afin. Point terakhir adalah mengoleskan Ja’faron di kepala bayi. Karena ja’faron diyakini berguna bagi kemampuan berpikir otak. Untuk saat ini cukup sampai disini. Aku lelah dan ingin beristirahat. Oiya, selamat untuk Mr. Dani! Mungkin beberapa tahun lagi aku akan segera menyusulmu. ^_^.

-----*****----
28 Januari 2000
-aL-
.


Read more

27 Jan 2009

Rapat Pendakian Gunung Gede (last episode)

2 komentar
Siang tadi (mungkin) rapat terakhir kami untuk membicarakan rencana mendaki Gunung Gede. Sayangnya tidak semua anggota hadir, bahkan hanya sebagian saja yang ikut berperang mulut. Aku, Hakim, Abduh, Mba Nina, dan Fathi lumayan seru beradu argumentasi apakah kami akan terus melanjutkan rencana pendakian atau tidak. Sedangkan kawan-kawan lainnya, Abar, Khayun, Yamin, Mas Jono dan Tresna menghilang entah kemana. Mungkin sedang sibuk dengan “dunia”nya masing-masing. Walau demikian, pertemuan tanpa jamuan ini telah menghasilkan beberapa keputusan. Pertama, hasil rapat tersebut memutuskaannnn... Eng..Ing…Eng……………. Gunung Gede adalah gunung yang tidak beruntung karena Kami tak jadi mendakinya.
.
Ada beberapa faktor yang membuat kami membatalkan pendakian Gunung Gede ini. Pertama, ada segelintir orang yang menyebarkan isu (issue) bahwa jalur legal Gunung Gede sedang ditutup sampai bulan April. Mendengar kabar tersebut, kami segera mengkonfirmasinya ke pihak Taman Nasional Gunung Gede. Dan ternyata pihak Taman Nasional memberikan kabar yang mengejutkan. Gunung Gede ditutup bukan hanya karena kemungkinan adanya badai sehingga akan membahayakan para pendaki, tapi gunung yang sudah lama tak aktif ini ternyata perlahan-lahan telah berubah menjadi GUNUNG MERAPI!! Di beberapa titik panas, ia menyemburkan letupan-letupan API dan GAS beracun yang sangat berbahaya!! Akibatnya sekawanan hewan liar turun ke lereng-lereng gunung dan merusak perumahan warga. Beruntung tidak ada korban jiwa sampai saat ini. Sungguh aneh bukan!? Ya, memang aneh. Tapi tentu saja aku sedang tidak serius. Heheheh. Don’t take it too serious Guys!
.
Jadi, alasan pertama pembatalan pendakian ini adalah karena pihak Taman Nasional menutup jalur pendakian. Mengetahui hal itu, pada awalnya kami memutuskan untuk mengambil rute illegal melalui jalur rumah neneknya Hakim yang kebetulan berada di bawah kaki Gunung Gede. Tapi setelah dipikir-pikir, pelarangan pendakian oleh pihak Taman Nasional ini bukan dikarenakan tanpa sebab, melainkan karena adanya perkiraan badai. Oleh karena itu jika kami mengambil jalur illegal tersebut, maka status pendakian kami berlipat ganda menjadi BAHAYA TINGKAT 2. Pertama, bahaya karena adanya kemungkinan badai. Kedua, kami mengambil jalur illegal yang kebetulan jarang terjamah oleh para pendaki. Sandi, paman Hakim yang bersedia menjadi Ranger penunjuk jalan mengatakan bahwa jalur illegal ini tak mempunyai trak khusus. Sehingga kami pasti dipaksa untuk membuka jalan, menebangi ranting-ranting berduri di tengah ancaman badai. Wow! Tantangan yang menarik bukan!? Sayang sekali kami telah memutuskan untuk tak mendakinya di liburan ini. Di dalam hati, aku menyesali pembatalan pendakian ini tapi aku tahu pasti ada hikmah dibaliknya.
.
Jalur illegal ini pasti lebih berbahaya dari jalur umum. Padahal kebanyakan dari kami tak punya pengalaman mendaki. Ini menjadi faktor ketiga pembatalan (atau pengunduran) pendakian kami. Faktor terakhir adalah faktor kesiapan. Di lihat dari segi persiapan, kekompakan team kami jauh dari kata “siap”. Sebagian terlalu bersantai-santai tak memperhatikan persiapan mendaki, baik itu persiapan fisik, mental, peralatan atau bahkan ongkos. Entah meremehkan atau karena ada alasan lainnya. Oleh karena itu rencana pendakian Gunung Gede di tanggal 31 Januari-2Februari, liburan semester ini RESMI DIBATALKAN!!!
titik
.
-----*****----
Selasa, 27 Januari 2009
Kota Bambu Utara.
-aL-



Read more

26 Jan 2009

Rintihan Tubuh yang Menderita..

2 komentar
Bagiku hari ini hari gelisah. Bukan gelisah pikiranku, tapi tubuhku. Ia terus menggeliat ingin berontak karena menderita. Sudah beberapa hari ini kondisi fisikku tak kunjung membaik, bahkan tambah memparah. Hari ini salah satu puncak deritanya. Rasa sakit yang kuderita ini terus kutahan sepanjang hari. Selama di perjalanan menuju Bogor, di dalam kereta, di teras rumah temanku Hakim, di kamar Faozy yang berantakan, di kereta patas yang entah kenapa berhenti sekian lama dalam perjalanan pulang ke rumah, di lorong-lorong Pasar Gili yang becek karena hujan, di Sekretariat Al-Bihar sambil menenggak secangkir kopi tak panas, di atas bantal sambil menggenggam buku Bingkisan Alam Lahut, di tengah-tengah ruang berlampu padam, aku bersembunyi menahan derita dalam keheningan malam. Aku menderita. sungguh. Aku benar-benar menderita. A…ku menderitaaa!!!!
.
Aku tahu ini tak seberapa dibanding derita rakyat Palestina. Tapi tak bolehkah aku menjerit karena tubuh ini juga sakit. Aku sadar ini hanya cobaan kecil. Tapi tak boleh kah aku berteriak menahan luka. Aku sangat mengerti dan paham bahwa gejolak derita ini tak sehebat derita kaum mustad ‘afin di jalur Gaza. Tapi tak boleh kah aku menangis karena derita ini membuatku tak bisa menikmati buku yang sedang kubaca.
.
Wahai putri Muhammad, Sayyidah Fathimah Az-Zahra. ibunda para pecinta tuhan. Aku hanyalah debu yang menempel di bawah kaki-kaki para pecintamu. Karena itu sungguh tak pantas jika ku memohon langsung kepadaNya. Tolong sampaikan salamku atas ayahandamu dan keluargamu. Dan mohonkan kepada Sang Pemilik Kesehatan, agar memberikan kesembuhan atasku dan keluargaku.
.
Wahai ibunda para Imam. Duhai yang diberi gelar “ibunda dari ayahnya”. Berikanlah kami jalan keluar dari derita ini.
Mohonkanlah kesembuhan atas kami, debu-debu kotor di hamparan gurun dosa.
Aku mohon. Aku mohon. Aku mohon. Sungguh. Untuk kesekian kalinya aku memohon kepadamu. Amin ya rabbi al 'alamin.

-----*****----
21:12
21:21
23:23
26 Januari 2009


Read more

24 Jan 2009

Jangan Ge-Er dulu, ah..!!

0 komentar

Tuhan: "Wahai Manusia.. Apakah seseorang yang menonton TV 5 kali sehari bisa disebut sebagai penyembah TV?"
Manusia: "Sepertinya enggak tuh..!"
Tuhan: "Lalu kenapa kalian merasa diri kalian penyembah Tuhan hanya karena kalian shalat 5 kali sehari?"

Manusia: "..mmm...eeu...aa..mmm..euu...."(diam agak lama)
*celangak, celinguk teu puguh (gak jelas), kebingungan gak tau harus jawab apa...tanya kenapa..!?*

++ Nah lho..! makanya jangan geer dulu, ah!
Menjadi penyembah Tuhan memang tidak bisa hanya dengan mengikuti rutinitas ibadah yang dianjurkanNya. Alih-alih bertemuNya, kita bisa terjebak dalam rutinitas semu yang membosankan.

Oleh karena itu harus ada ikatan bathin antara Yang Disembah & Penyembah, Yang Dicinta & Pecinta, agar relasi yang terbangun dipenuhi gelora kenikmatan, gejolak ketenangan.

Hubungan antara Tuhan & manusia pun seharusnya bukanlah hubungan mengerikan dimana Tuhan digambarkan dengan penuh murka angkara, memaksa manusia menaatiNya, melainkan hubungan penuh keintiman layaknya hubungan sepasang kekasih yang sedang berpadu mesra dalam senggama..

Duhai Kekasih..
Biarkan ku peluk panas apiMu
hingga kuterbakar,
musnah tak berbekas,
melebur dalam apiMu..
Read more

22 Jan 2009

Salam atasmu

0 komentar

Setelah acara urban Sufism di paramadina, Aku dan Bidin berpisah dengan Khayun dan Hakim. Aku langsung menancap gas motorku. Jalanan sore itu cukup macet. Maklum, sore di Jakarta adalah jam pulang kantor, jam dimana orang-orang serempak pulang ke rumah. Sekitar jam 6 kurang. Kami tiba di sebuah yayasan yang di pimpin oleh Sayyed Faris beberapa saat sebelum adzan magrib. Di luar gedung, kami melihat beberapa orang berpakaian serba hitam. Aku bertanya pada hatiku, “kenapa mereka berpakaian serba hitam?” Memang biasanya pada hari-hari besar, pakaian serba hitam tidak lah aneh. Tapi jika hanya untuk do’a Kumail biasanya mereka tak serempak berpakaian serba hitam seperti malam ini. Saat masuk ke dalam ruangan, saya merasakan ada nuansa yang berbeda dari biasanya. Ruangan dihias sedemikian rupa, menampilkan kesan kelam namun suci. Pasti ada acara, pikirku dalam hati. Aku tak melanjutkan pertanyaan hatiku.

.

Kami menanti adzan seperti menanti makan. Karena setelah salat, kami akan mencicipi makanan ringan yang disuguhkan. Setelah selesai membaca Do’a Kumail biasanya Seyeed Faris akan sedikit berceramah. Tapi tidak kali itu. Aku baru tersadar, hari ini adalah hari syahidnya Imam Ali Zainal Abidin.

-----*****----
22 Januari 2009

Read more

15 Jan 2009

salat sunnah

0 komentar

Tentang salat sunnah dalam agama Islam. shalat ini membantu umat muslim untuk mempersiapkan KONDISI HATI mereka untuk shalat wajib selanjutnya. Karena Allah akan memerhatikan mereka yang mempersiapkan diri sebelum bertemu denganNYA...

-----*****----

15 Januari 2009




Read more

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei