ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

28 Dec 2008

Tarian Hati Pelihat Putri Pantai

Aarrgghghhtiewilkjwjfcxnvwhgionvofh!!!!!
Wajah itu........menghantui pikiran & perasaanku. Mengganggu Konsentrasi hingga terpecah belah seperti gelas kaca yang terpelanting pada puing pualam. Hancur berhamburan, pecah berantakan, benar-benar sulit disatukan kembali. Aku telah mencoba mengumpulkan beling-beling konsentrasi itu dalam keberserakannya tapi ia berteriak enggan lalu justru memecah dirinya dengan begitu cepat ke dalam pecahan-pecahan yang jauh lebih kecil. Buyar.
.
Fiuh..! Aku terdiam sejenak, mencoba memahami apa yang terjadi pada diriku. Ada perasaan aneh yang berkecamuk dalam jiwa. Entah perasaan macam apa tapi aku menikmatinya. Perasaan ini sepertinya dapat membuatku mendadak gila. Ia membuatku tersenyum sendiri di tengah-tengah kerumunan para peserta rapat kerja Al-Bihar Foundation. Di saat pertemuan penting membahas tetek-bengek pembuatan kurikulum pendidikan untuk sekolah yang akan dibuat, pematangan struktur organisasi yang belum rapi, proses hukum serta legalitasnya dan perencanaan bisnis untuk mendukung yayasan ini, akal dan syarafku malah tak berfungsi sebagaimana mestinya. Mudah-mudahan mereka tak melihat dan menyadari keanehan prilakuku ini.
.
Entah kenapa hal ini bisa terjadi. Konsentrasiku hilang seperti menghilangnya buih ombak di tepian pantai. Rapat itu pun terabaikan. Perasaan bersalah menghampiri, tapi pada saat yang sama aku menikmati sesuatu yang menari di dalam hati.
.
Duhai Sang Pendengar segala do’a..
Apakah ini tanda Engkau telah menjawab do’aku?
.
Rapat penting ini diadakan di beranda Vila Tropical, sebuah ruangan tak berdinding tempat bertemunya tiga kamar terpisah. Duduk santai di beranda ini dapat memberikan ide-ide segar seperti segarnya udara yang berhembus. Kami duduk membentuk setengah lingkaran, menikmati pergantian presentasi. Dari tempatku duduk, terlihat keindahan angkasa raya. Awan putih terbang di langit sore yang cerah, bergerak perlahan ditemani irama laut. Pikiranku lagi-lagi melayang ke seberang jalan, ke balik rumah-rumah makan yang menghalangi keindahan Pantai Carita. Masih teringat jelas saat pasir pantai membalut kaki kami, menusuk rasa nuansa hati.
.
Duhai Yang Maha Misteri,,, Ia kah??
.
19.07
Rapat hari ini telah usai. Setelah makan malam, kami beristirahat bersama di beranda tadi sambil menonton Tragedi Nainawa. Beberapa saat setelah film diputar, bayangannya kembali menghantuiku, menggetarkan rasa di dalam jiwa. Adegan-adegan dalam film tertangkap oleh kedua mataku, suara yang terdengar pun cukup menggelegar untuk lebih dari sekedar menerobos masuk ke dalam kedua telingaku, tapi aku tak bisa menahan untuk tak mengernyit kan jidatku karena ku tak bisa menangkap jalan ceriteranya. Oh, tidak! Apa yang terjadi pada diriku? Bahkan untuk menonton film saja aku tak mampu...
.
Aku memutuskan bangkit dari dudukku, kemudian menyendiri di dalam kamar. Aku duduk ingin menulis jujur. Pintu kamar kubiarkan terbuka agar angin malam turut membauri kesendirianku. Aku mencoba menuangkan secangkir keindahan rasa ke dalam kata-kata, barangkali dengan begitu aku dapat merasakan kembali getaran hati yang kurasakan saat bertemu dengannya sore tadi.
.
Aku goreskan kata pertama, beberapa saat kemudian terbentuklah kalimat-kalimat yang kemudian kucoba susun seindah mungkin dalam beberapa paragraf. Aku menulis, mencoba tuk mengurai rasa. Waktu berlalu, malam semakin larut. Sekilas mataku memandang keluar jendela, mengarah ke atas. Langit malam itu begitu cerah dan indah dipenuhi cahaya bintang. Keindahannya menyadarkanku sesuatu. Aku benar-benar tak puas dengan tumpukan kata-kata yang telah ku tuliskan. Ingin ku goreskan dengan lebih indah tapi percuma, karena pikiranku tak lagi mencerna. Aku tak kuasa. Semakin ku tuliskan, semakin aneh rasa yang tergambarkan. Karena seindah apa pun, kata tak bisa menggambarkan rasa.
.
Aku terdiam sejenak, mencoba tuk mengingat rasa dan tak pedulikan lagi keterbatasan kata. Lalu aku menoleh ke bagian terdalam isi hati. Jauh di dasar sana jiwaku bertanya,
.
“saat pertemuan tadi sore, sadarkah ia bahwa hatiku telah terpaut olehnya seperti seekor lebah yang telah menemukan taman bunganya?”

Oh Duhai Sang Pemilik Keindahan Bunga...Puji syukurku atasMu. Terima kasih atas taman bungaMu yang telah Engkau perlihatkan padaku. Kini aku memohon dengan seluruh jiwaku yang merupakan bagian dari jiwaMu, izinkan dan restui aku terbang di atas taman bungaMu, agar aku bisa menjaga dan merawat keindahannya selalu.


-----*****----
Minggu, 28 Desember 2008

Villa Tropical, Pantai Carita.
-aL-



10 comments:

  1. adeuuuh cie cie
    witwiwww

    sepertinyah ada yg lg berkembang-kembang tuh!!
    heeeheheee

    witwiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiw

    ReplyDelete
  2. so sweet,,
    pantai carita i'm in love hrsnya judulnya :)

    u improve a lot boys...

    ReplyDelete
  3. @ Anonymous (siapa ya,sok2an gak dikenal.heheh)0
    thanks.

    pantai carita i'm in love ya..
    judul yang bakalan menarik perhatian blog-readers nih...
    mungkin nanti bakalan ku coba ganti ah..

    btw saya "improve" dibagian mananya yah?
    sepertinya dikau tahu tentang masa laluku yang kelam ituh.heheh

    ReplyDelete
  4. ouch, i don't meaning to tell ur past is "kelam". u said it by yourselves :).
    i mean improve in terms of ur writing.
    dl kan nulisnya msh acak adut,skrg mendingan lah (ttp lho dibahas yg dulu) hhahhha

    ReplyDelete
  5. hahahh..
    dari dulu saya emang paling kagak suka nulis,
    apalagi klo dah disuruh ngarang bebas sama guru bahasa indonesia,bisa mual2:~:~:~, kepala nyut2an:@:@
    duh, paling males dah..:|

    tapi memang pada kondisi2 tertentu,
    menulis itu menyenangkan...:)

    ReplyDelete
  6. jatuh cinta yang ke brp nih?
    santai n nikmati aja perasaan itu.Biarkan ia mengalir bagikan sungai yang indah n bukan sungai banjir kanal seperti dibelakang rumah lo. Hehe.......

    ReplyDelete
  7. padahal u baru dua kali lewat kali banjir kanal(pergi-pulang),
    tapi itu kali udah dijadiin contoh..
    kalau tiga kali lewat, mungkin u udah bwat puisi banjir kanal.
    empat kali lewat, novel banjir kanal..
    berkali-kali lewat, kayaknya u bakal buat teologi atau filsafat banjir kanal, brad..:f
    ckckckc...
    ebat..ebat...

    btw bwt yg gak tau, yang namanya banjir kanal tuh ini nih >> :~ :~ :~

    ReplyDelete

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei