ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

16 Nov 2008

-

1 komentar
ngantuk!! kepalaku pusing
Read more
0 komentar
Friday,  December 1st, 2006 
Hari ini Hari Aids Sedunia
World Aids's Day

Dari jam setengah sebelas sampe magrib di depan komputer terus cink!!! Cuman bikin rumus-rumus XL doank…. 

Ayahku pergi ke gontor tuk ngasih duit ke nurul.
Weks...
Read more

2 Nov 2008

0 komentar
imtihan-gelanggang-ilmu
Dalam kehidupan kita yang tak jelas arah dan tujuannya ini, ternyata ada dua hal penting yang dapat menjernihkan tujuan terciptanya kita. Dua hal itu adalah ilmu dan ibadah. Sebenarnya 2 hal ini bisa kita padatkan lagi menjadi satu hal saja, ilmu. Karena ibadah merupakan aplikasi dari ilmu. Ibadah kita adalah turunan dan keberlanjutan dari kepemilikan ilmu. Sebagaimana kata-kata Imam Ali yang sering kita dengar, Ilmu yang tak diamalkan bukanlah ilmu karena Ilmu selalu melahirkan amal (ibadah).

Pada umumnya, umat islam dunia, khususnya Indonesia, beragama tanpa berilmu. Sehingga walaupun memiliki kuantitas yang banyak tapi tak bisa berikan perubahan berarti.
Pernyataan di atas memunculkan sebuah pertanyaan, "bukankah abid itu juga seharusnya punya ilmu? karena “Tak ada ibadah tanpa ilmu”. Lalu bagaimana mungkin mereka beribadah sementara mereka tak berilmu?

Sepertinya ada kesalah-pahaman dalam melihat fenomena beribadah. Kita terlanjur menganggap orang-orang yang bertekuk lutut sujud di pojokan-pojokan Masjid, menangis tersedu di tengah malam yang sunyi, dan berlama-lama dengan berbagai macam ritual sebagai ibadah. Padahal belum tentu demikian adanya. Gerakan-gerakan dalam ritual tersebut jika tidak diisi dengan ilmu maka hanyalah serantaian gerakan tak bermakna.

Satu pernyataan lagi. Kita tidak bisa beriman kecuali dengan berilmu terlebih dahulu. Benarkah demikian? Bukankah banyak orang yang beriman atau setidaknya terlihat beriman padahal mereka adalah seorang awam? Bagaimana menjawab pertanyaan ini?

Ilmu itu seperti cahaya. Ia akan menerangi jalan kita dan menghindarinya dari gelapnya kehidupan. Sehingga kita tahu mana jalan yang berlubang dan tidak. Dengan demikian, kita bisa lebih mudah untuk menuju-Nya.

Ada pernyataan lain lagi. Sebenarnya ilmu itu didapat bukan karena kita telah mempelajarinya, akan tetapi lebih tepat dikatakan karena anugrah Tuhan. Contohnya, pemahaman kita tentang Islam ini adalah anugrah. Banyak orang yang telah mempelajari ilmu X, Y dan Z tapi tak mendapatkan anugrah pengetahuan bernama Islam.

Pernyataan ini agak sedikit membingungkanku. Okay, katakanlah kita adalah orang yang telah mendapat anugrah telah mengenal Islam walaupun kita adalah orang awam. Pertanyaannya, mengapa kita yang mendapatkan anugrah tersebut bukan mereka yang sudah expert itu, yang notabene lebih pintar dari kita?

Sedikit jawaban yang entah menjawab pertanyaannya atau tidak. Yang aku fahami seperti ini...Ilmu dibagi dua. Ilmu Husuli dan ilmu huduri. Perbedaan kedua model ilmu ini ada pada metode mendapatkan ilmu tersebut. Secara singkat ilmu husuli adalah ilmu yang kita peroleh melalui perantara. Sedangkan ilmu Hudhuri adalah ilmu yang kita dapatkan tanpa melalui perantara. Contoh ilmu Hudhuri adalah pengetahuan kita tentang diri kita. Kita tahu dan sadar bahwa saat ini kita sedang marah tanpa harus melalui perantara, orang lain. Kita “tiba-tiba” tahu hal tersebut. Kita tahu dengan sendirinya. Pengetahuan kita tentang diri kita termasuk kategori ilmu huduri. Ilmu yang didapat “langung” dari-Nya.

Setidaknya yang saya ketahui ada dua cara untuk mendapatkan ilmu hudhuri. Cara pertama adalah dengan melakukan riyadhah, ritual-ritual tertentu dengan tujuan menyucikan diri, menyiapkan jiwa kita untuk menerima ilmu Hudhuri. Karena ilmu hudhuri hanya bisa didapatkan oleh jiwa-jiwa yang bersih dari segala penyakit jiwa. Sedangkan cara kedua, ilmu hudhuri ternyata bisa kita dapatkan melalui ilmu hushuli. Mungkin kita telah banyak membaca atau mempelajari karya-karya Islam, tetapi sesungguhnya sebagian besar pemahaman tentang Islam yang kita miliki sekarang adalah anugrah Tuhan. Ilmu hushuli ini adalah stimulus yang akan “memancing” datangnya pemahaman akan kebenaran Islam.

Banyak orang yang belajar tentang Islam dengan kurun waktu yang tak sebentar, tetapi tak cukup memuaskannya untuk memilih Islam sebagai agamanya. Mungkin karena mereka mempunyai pandangan awal yang negatif tentang Islam dan fanatisme buta pada pandangan tersebut. Selain itu juga mungkin karena tidak adanya ketulusan hati dalam jiwa untuk mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh. Sungguh jika kita mempelajari Islam dengan hati dan pikiran yang jernih, maka Allah sendiri lah yang akan memberikan ilmu dan pemahaman kepada kita.

----*****-----

31 Oktober 2008. Tulisan ini saya buat berdasarkan apa yang saya pahami dari pemaparan Mr. ZZ di Darul Istiqamah

Read more

Ciuman Misterius

0 komentar
Di Kereta Parahyangan jurusan Gambir-Bandung, duduk berhadapan 4 orang penumpang :
* Seorang nenek
* Seorang mahasiswi super cantik
* Seorang mahasiswa militan (laki-laki), dan
* Seorang tentara gagah perkasa
.
Mereka tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya. Perjalanan begitu nyaman sampai kereta tersebut masuk ke terowongan dan lampu mendadak mati pula. Gelap gulita. Sunyi. Tiba-tiba terdengar suara kecupan yang keras…Cap, cip, cup!!
.train-sleepy-sunset
Namun segera diikuti satu suara tamparan yang tidak kalah kerasnya…Plak, Plek, plak, Gedubrak!!!
.
Ketika terowongan itu terlewati, keempat penumpang itu saling bengong dan pandang. Masing-masing berkata didalam hati.

Sang nenek dalam hati: “Dasar anak mahasiswa muda, mentang-mentang tempat gelap, langsung aja cium mahasiswi cantik itu. Rasain loe kena gaplok!!!”

Si Mahasiswi cantik dalam hatinya: “Biar rasa loe!!! Gelap-gelap asal cium, kena deh loe cium nenek itu. Dan kena gaplokan juga lagi!! hihihi..."

Si Tentara dalam hati: “Busyet dah, enak bener tuh mahasiswa! Dia yang nyium cewek, eh gua yang kena gaplok… #$%$ “!!

Si mahasiswa militan itu berkata dalam hati: “He..he..he...Mumpung gelap, tadi gua cium aja tangan gua sendiri, terus gua gaplok sekalian itu tentara belagu. Kapan lagi mahasiswa bisa gampar tentara” !!!

----*****-----

Read more
0 komentar
money_by_invaderzim1000

Hari ini ada seorang temanku, YY, yang menulis sebuah statement di forum Smuther12.

"Everything Needs Money".

Bagi kebanyakan orang, mungkin kalimat di atas benar. Bagiku sendiri, hal pertama yg terbersit dalam pikiran saat mendengar kalimat itu adalah
a
"money can buy everyting" Dengan uang kita bisa membeli segalanya. Mulai dari pakaian norak, tas kotak, rambut emo yang pasaran, rumah mewah yang sempit, mobil kijang atau jaguar, perhiasan blink blink, pulau kecil untuk berlibur, atau bahkan membeli anak. Tapi apakah itu yang disebut "segala"nya, everything!??

Mungkin temanku lupa bahwa ada banyak yang tak bisa dibeli dengan uang. Sesuatu yang jauh lebih bermakna dari semua itu. Sesuatu yang justru merupakan bagian dari kehidupan yang sesungguhnya, sisi spiritual diri kita. Bisakah kita gunakan uang untuk membeli cinta, kasih sayang, kebahagian, persahabatan, keluarga, kepercayaan, atau sebuah kehidupan"?. Bisakah kita membeli semua itu dengan uang?

Money can NOT buy spiritual aspect in life!!

Uang tak bisa membeli hal-hal yang bersifat spiritual. Tapi kenapa mayoritas masyarakat dunia men-dewa-kan uang seolah-olah dengan uang mereka bisa mendapatkan kehidupan yang layak untuk dijalani? Apa penyebab fenomena ini Prilaku ini jelas dipengaruhi oleh paradigma Barat yang bersifat materialistis.

So does everything need money, friends??
I don't think so!

money_isnt_everything

----*****-----



Read more

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei