ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

24 Oct 2008

24102008: Sebuah Do'a untuk Saudaraku




Kepalaku pusing. Entah bermula dari mana. Tapi aku menyadari rasa ini datang sejak kemarin siang, saat keluar dari rumah temanku di Ciputat, TA. Mungkin terik matahari penyebabnya. Tapi entah kenapa terus berlanjut sampai sekarang.

Saat matahari tak tepat di atas kepala.

Inna lillahi wa inna lillahi raji'un...

Kalimat itu spontan keluar dari mulutku. Saudaraku, Asep, telah meninggal. Walau tak pantas panjatkan do'a, mulut ini tetap berkomat-kamit.



pray-1


"Semoga Tuhanku dan Tuhannya Yang Maha Pemurah itu, terlebih dulu menghapuskan tumpukan dosaku ini, agar do'aku untuk saudaraku diterima.Ameen!



----*****-----



Jam satu lebih.

Aku yang sedang beristirahat di kamar Ummi, mendengar seseorang mengetuk pintu bawah. AH Citayam rupanya. Aku beruntung ia datang. Rumah ini sedang sepi ditinggal penghuninya, tinggalkan Aku dan kedua adikku yang sedang bermain entah dimana. Hari ini kelas Neoschool akan di mulai jam tiga. Aku minta Hakim mengajar sendirian karena aku harus menjaga rumah depan yang kosong.



04:36

Setelah mandi, aku ikut nimbrung di kelas Neoschool. Rini dan beberapa murid lain yang berprilaku tak sopan, membuatku bersuara. Aku pinta mereka tuk hormati para guru yang datang ke Neoschool. Bukan karena para guru ingin dihormati, tapi memang begitu seharusnya murid berprilaku. Kehidupan mereka yang keras memaksaku menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Sehingga biasanya-jika tak berlebihan-aku membiarkan mereka dan bahkan ikut bersama mereka menertawakanku yang dijadikan objek ledekan. Tapi tidak saat ini. Aku merasa mereka sudah keterlaluan. Mungkin salahku yang terlalu memanjakan mereka sejak awal masuk Neoschool.


----*****-----


Saturday, 24 October, 2008.




No comments:

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei