ARTomeo Kedai Online Figurin ARTomeo

Search..

Followers

Popular Postss

Thought & Feeling

Graphic Design

Sastra Sufi

Interest

Last Comments

Blog

27 Oct 2008

0 komentar
Kepalaku pusing. Entah bermula dari mana. Tapi aku menyadari rasa ini datang sejak kemarin siang, saat keluar dari rumah temanku di Ciputat, TA. Mungkin terik matahari penyebabnya. Tapi entah kenapa terus berlanjut sampai sekarang.

Saat matahari tak tepat di atas kepala.

Inna lillahi wa inna lillahi raji'un...

Kalimat itu spontan keluar dari mulutku. Saudaraku, Asep, telah meninggal. Walau tak pantas panjatkan do'a, mulut ini tetap berkomat-kamit.

"Semoga Tuhanku dan Tuhannya Yang Maha Pemurah itu, terlebih dulu menghapuskan tumpukan dosaku ini, agar do'aku untuk saudaraku diterima.Ameen!pray-1

----*****-----

Jam satu lebih.

Aku yang sedang beristirahat di kamar Ummi, mendengar seseorang mengetuk pintu bawah. AH Citayam rupanya. Aku beruntung ia datang. Rumah ini sedang sepi ditinggal penghuninya, tinggalkan Aku dan kedua adikku yang sedang bermain entah dimana. Hari ini kelas Neoschool akan di mulai jam tiga. Aku minta Hakim mengajar sendirian karena aku harus menjaga rumah depan yang kosong.

04:36

Setelah mandi, aku ikut nimbrung di kelas Neoschool. Rini dan beberapa murid lain yang berprilaku tak sopan, membuatku bersuara. Aku pinta mereka tuk hormati para guru yang datang ke Neoschool. Bukan karena para guru ingin dihormati, tapi memang begitu seharusnya murid berprilaku. Kehidupan mereka yang keras memaksaku menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Sehingga biasanya-jika tak berlebihan-aku membiarkan mereka dan bahkan ikut bersama mereka menertawakanku yang dijadikan objek ledekan. Tapi tidak saat ini. Aku merasa mereka sudah keterlaluan. Mungkin salahku yang terlalu memanjakan mereka sejak awal masuk Neoschool.

----*****-----

Saturday, 24 October, 2008.
Read more

26 Oct 2008

Antara KAU dan AKU: Curiga Seorang Awam

1 komentar
Suatu hari seorang awam ucap sebuah harap

AKU ingin mencintaiMU seperti KAU mencintaiKU

Apa adanya

Tulus, tanpa harapkan balas

Polos, tanpa noktah

Tapi setelah lama memikirkannya

AKU sadari sesuatu

KAU curang!

Kau memang sudah sejak lama mencintaiKU

Jadi sudah sewajarnya jika cintaMu lebih baik dari cintaKU

Sebenarnya AKU sempat bingung memikirkan betapa besarnya cintaMU padaKU

Padahal cintaKU padaMU biasa-biasa saja...

Apa rahasia cinta tulusMU itu?

Mungkinkah waktu?

KAU kan mencintaiku sudah sejak lama

Hingga waktu telah membuat cintaMU padaKU sampai sebesar ini


Tapi...

Bukankah cinta tak kenal sosok bernama waktu

Lalu apa yang membuatMU tergila-gila padaKU

Hingga mereka katakan KAU mencintaiKU sebelum kelahirkanKU

Sebelum KAU ciptakanKU

.

Sungguh Mereka telah katakan suatu hal yang terdengar mustahil

Bagaimana mungkin KAU cintai diriKU yang belum ada

Bagaimana mungkin KAU cintai diriKU sementara bahkan alam ini belum tercipta

Tapi itulah yang terjadi, lagi-lagi kata mereka

Pikiranku berkelana

Mencari jawab

Perlahan membentuk curiga

Jangan-jangan AKU adalah KAU!

.

.

.

----*****-----

Diantara serakan barang Neoschool

Minggu, 26 October 2008. 9:29
Read more

Ilusi Demokrasi Amerika..

0 komentar
statue_of_liberty_800cropped

Akhir-akhir ini demokrasi Amerika kian ramai dibicarakan orang. Apalagi sejak kemunculan Barack Obama beberapa waktu lalu. Ia seolah hendak berikan harapan baru. Sebuah perubahan positif bagi masyarakat dunia. Obama yang masih muda itu juga menularkan isu kepemimpin muda di Indonesia.

Aku bukan pengamat politik, jadi tak bisa berkata banyak. Tapi satu hal yang ku yakini. Baik itu Obama, McCain, Clinton, Pelos, Biden atau siapa pun itu. Mereka semua sama! Mereka hanyalah seonggok kecil dari tipuan Demokrasi Amerika. Karenanya, Amerika tetap Amerika!

Siapa pun yang menang, Amerika akan tetap menjadi negara yang otoritarian. Bagiku yang awam ini, demokrasi Amerika itu...ilusi!

Waktu itu McCain bilang, ia akan tetap menyerang irak. Sementara Obama bilang, ia akan menarik pasukannya dari irak. wah, bagus!! saya senang! eh, ternyata, obama menarik pasukannya untuk dipindahkan ke Afganistan…

Bah!
.

.

.

-aL-

Saat pusing mendera

Minggu, 26102008.1:56
Read more

25 Oct 2008

Siapa Aku?

0 komentar
Suatu waktu kalian tanya siapa aku??

"Aku?"

Tentu saja Aku bingung

Ingin ku jawab,

"Aku bukan siapa-siapa"

Atau "Aku bukan sesuatu"

Atau "Aku bukan A, B, C dan bukan pula X, Y, Z"

Aku Bukan ini dan bukan itu

Tapi jawaban bertele-tele ini sungguh tak menjawab

Pertanyaan ini memang terlihat sederhana tapi kompleks

"Siapa aku?"

Bagiku, pertanyaan ini membingungkan sekaligus mengerikan..

Ketika Aku berusaha jawab & coba katakan,

"Aku adalah..."

Egoku memuncak seketika

Seolah ada "aku" yang lain selain "AKU"

Aku fikir ego ini harus aku redam terlebih dulu

Agar saat aku katakan "Aku"

Aku tak menduakan AKU

Bukankah di alam semesta ini hanya ada satu "aku"

Tak lebih!

Karena itu, jika kau tanyaku siapa aku.

Maka lebih baik ku jawab,

"Aku adalah AKU"

----*****-----

.

.

.

Sabtu pagi, 25 Oktober 2008
Read more

Britzone's Clothes for My Presentation??

0 komentar
The Prologue from the book, The Alchemist...

The Alchemist picked up a book that someone in the caravan had brought. Leafing through the pages, he found a story about Narcissus.

The alchemist knew the legend of Narcissus, a youth who daily knelt beside a lake to contemplate his own beauty. He was so fascinated by himself that, one morning, he fell into the lake and drowned. At the spot where he fell, a flower was born, which was called the narcissus.

But this was not how the author of the book ended the story.
He said that when Narcissus died, the Goddesses of the Forest appeared and found the lake, which had been fresh water, transformed into a lake of salty tears.

"Why do you weep?" the Goddesses asked.

"I weep for Narcissus," the lake replied.

"Ah, it is no surprise that you weep for Narcissus," they said, "for though we always pursued him in the forest, you alone could contemplate his beauty close at hand."

"But..... was Narcissus beautiful?" the lake asked.

"Who better than you to know that?" the Goddesses said in wonder, "After all, it was by your banks that he knelt each day to contemplate himself!!"

The lake was silent for some time.

Finally it said: "I weep for Narcissus, but I never noticed that Narcissus was beautiful. I weep because, each time he knelt beside my banks, I could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected."

"What a lovely story," the alchemist thought.

I don't want to take any conclusion for that story because I know, and I very realize that you all are mature enough, or even more mature than me to take conclusion by yourself.

But,,,,,I want to end this story with telling you a theory of psycho analysis.

A theory said that actually everybody loves themselves. Looking at the story of Narcissus and that theory, now we know that actually not only narcissus and the lake of salty tears that love themselves but also we all love ourselves too.

Maybe we don't or never realize it before because our love to ourselves is not as big as the love of narcissus to his self.

I think that's all I want to say.

Thank you for the time.

Thank you for the opportunity.

And thank you too for the T-Shirt!

Assalamu ‘alaikum!

Read more

24 Oct 2008

24102008: Sebuah Do'a untuk Saudaraku

0 komentar



Kepalaku pusing. Entah bermula dari mana. Tapi aku menyadari rasa ini datang sejak kemarin siang, saat keluar dari rumah temanku di Ciputat, TA. Mungkin terik matahari penyebabnya. Tapi entah kenapa terus berlanjut sampai sekarang.

Saat matahari tak tepat di atas kepala.

Inna lillahi wa inna lillahi raji'un...

Kalimat itu spontan keluar dari mulutku. Saudaraku, Asep, telah meninggal. Walau tak pantas panjatkan do'a, mulut ini tetap berkomat-kamit.



pray-1


Read more

Latest

  • Pals


    © 2011 Filosof Toilet Basic Theme by Insight Inspired By this dude Full Retouch by Noi Butthei